Bisnis

BCA Finance Terbitkan Obligasi Rp 500 Miliar
Seluruh dana akan digunakan sebagai modal kerja kegiatan usaha pembiayaan konsumen.
Senin, 8 Februari 2010, 08:52 WIB
Antique
Gedung BCA (skyscrapercity.com)

VIVAnews – PT BCA Finance berencana melakukan penawaran umum obligasi dengan jumlah pokok Rp 500.000.000.000 (Rp 5 miliar), dengan jangka waktu terlama 48 bulan.

Menurut prospektus yang diterbitkan perseroan Senin, 8 Februari 2010, obligasi yang diterbitkan terbagi dalam Seri A, Seri B, Seri C, Seri D, dan Seri E, tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi.

Dalam penerbitan obligasi tersebut, perseroan memberikan jaminan fidusia atau piutang lancar berupa tagihan pembayaran konsumen atas pembelian kendaraan bermotor dan diberikan perseroan untuk kepentingan pemegang obligasi dalam jumlah tidak kurang dari 60 persen dari pokok obligasi pada setiap laporan triwulan.

BCA Finance menambahkan, setelah ulang tahun pertama, sejak tanggal emisi, perseroan dapat membeli kembali (buy back) untuk sebagian atau seluruh obligasi tersebut, sesuai dengan tujuan rencana penggunaan dana penawaran umum ini.

Sedangkan penggunaan dana yang diperoleh dari penawaran umum tersebut, perseroan mengaku seluruh dana akan digunakan sebagai modal kerja kegiatan usaha pembiayaan konsumen perseroan. Tentunya, setelah dikurangi biaya emisi.

antique.putra@vivanews.com

• VIVAnews
Prediksi IHSG
Akumulasi Saham Unggulan Menjanjikan
Sahamnya seperti PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) & PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).
Senin, 8 Februari 2010, 06:48 WIB
Antique
pialang di bursa saham (Rosa Panggabean)

VIVAnews – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia diperkirakan masih rawan tekanan jual. Namun, saham-saham papan atas yang memiliki fundamental menjanjikan karena mampu bertahan di saat krisis tetap disarankan diakumulasi.

“Pelaku pasar masih mengacu bursa global maupun regional,” ujar Direktur PT Paramitra Alfa Sekuritas Ukie Jaya Mahendra kepada VIVAnews di Jakarta, Jumat sore, 5 Februari 2010.

Dia memproyeksikan, indeks Senin, 8 Februari 2010, berpotensi bergerak di level batas bawah (support) 2.495 dan batas atas (resistance) 2.550.

Pada transaksi Jumat, indeks kembali berakhir negatif di posisi 2.518,98, anjlok 74,24 poin (2,87 persen) dari perdagangan Kamis, 4 Februari 2010, yang melemah 11,33 poin atau 0,29 persen ke level 2.593,22.

Bursa Asia saat IHSG tutup, juga bergerak negatif. Indeks Hang Seng turun 676,56 (3,33 persen) ke level 19.665,08, Nikkei 225 melemah 298,89 poin atau 2,89 persen menjadi 10.057,09, dan Straits Times terkoreksi 56,17 persen (2,05 persen) di posisi 2.688,81.

Sedangkan bursa Wall Street pada perdagangan Jumat sore waktu New York, atau Sabtu dini hari WIB kembali positif. Indeks harga saham Dow Jones terangkat 10,05 poin (0,10 persen) menjadi 10.012,23, indeks harga saham indikator Standard & Poor’s 500 naik 3,08 poin atau 0,29 persen ke level 1.066,19, dan indeks harga saham teknologi Nasdaq menguat 15,69 poin (0,74 persen) di posisi 2.141,12.

Menurut Ukie, IHSG awal pekan ini akan berfluktuasi dan tetap rawan tekanan jual investor. Pasalnya, peluang untuk berbalik arah menguat (rebound) masih berat.

Pasalnya, kata dia, indeks regional masih diliputi sentimen negatif data ekonomi Amerika Serikat dan harga komoditas yang merah. “Bahkan, Eropa juga jelek data fundamentalnya,” ujar Ukie.

Tentunya, Ukie mengakui, bila bursa Wall Street rebound pun, IHSG hari ini masih rawan aksi ambil untung (profit taking) pemodal. “Apalagi, harga minyak turun ke level US$71 per barel,” tuturnya.

Sentimen domestik, kata dia, seperti proyeksi laporan kinerja emiten 2009 yang positif, diprediksi tidak dapat menolong pergerakan IHSG. “Jadi, tetap berat untuk rebound, karena pelaku pasar lebih mengacu bursa regional,” ujar Ukie.

Rekomendasi
Ukie menyarankan, akumulasi saham-saham unggulan yang sudah terbukti mampu bertahan di saat krisis finansial seperti PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).

antique.putra@vivanews.com

• VIVAnews

<!–

–><!–

–>

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s